Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Sistem Closed loop Mode Untuk Kontrol Emisi Gas Buang Pada Kendaraan Bermotor

 Sistem Closed loop Mode Untuk Kontrol Emisi Gas Buang Pada Kendaraan Bermotor.

Sistem Closed loop Mode adalah sistem yang dipakai pada mobil injeksi sekarang ini, fungsinya adalah untuk kontrol emisi gas buang. barangkali anda masih bingung apa sih bedanya antara Open loop Mode dengan Closed loop Mode pada mobil yang sudah menggunakan sistem Injeksi.
Cara mudah untuk membedakan antara Open  loop Mode dan Closed loop Mode adalah kalau pada open kendaraan itu tidak menggunakan sensor Oksygen sedangkan untuk closed sudah menggunakan Sensor Oksygen.Untuk Lebih tahu detail apa itu oksygen sensor silahkan dibaca blog ini sampai akhir.

Oksigen sensor

Oksigen sensor merupakan komponen yang berfungsi untuk memeriksa emisi gas buang kendaraan dengan cara mengukur kandungan oksigen di dalam gas buang dan dapat menentukan apakah mobil bekerja dengan campuran bahan bakar terlalu kurus atau terlalu gemuk. Oksigen sensor pertama kali dikembangkan oleh Robert Bosch dan pertama kali digunakan pada mobil VOLVO diakhir tahun 70 – an
. Pada mulanya, oksigen sensor yang digunakan di dunia otomotif hanya mempunyai satu atau dua kabel dan banyak terbuat dari bahan Zirconia dalam bentuk thimble.

Oksigen sensor akan mulai bekerja jika suhunya sudah mencapai sekitar 400 derajat celcius, sehingga oksigen sensor belum bekerja saat suhu mesin masih dingin.

Oksigen sensor generasi pertama ini sangat tergantung dari panas yang dihasilkan oleh mesin, agar dapat mencapai suhu yang dibutuhkan oleh oksigen sensor supaya dapat bekerja dengan maksimal.

Masalah yang muncul sehubungan dengan penerapan konsep ini adalah dibutuhkan waktu yang agak lama bagi sensor untuk berpindah dari kondisi Non operasional ( Electronic Control Unit) ECU dalam kondisi Open Loop ke kondisi operasional (kondisi untuk Closed loop Mode).

Agar oksigen sensor dapat mencapai suhu kerja lebih cepat, beberapa pabrikan mobil sengaja memundurkan saat pengapian untuk mempercepat pemanasan saluran buang, sehingga oksigen sensor lebih cepat mencapai temperatur kerja.

Cara lain untuk mempercepat pemanasan oksigen sensor adalah dengan meletakkan sensor tersebut sedekat mungkin dengan mesin, namun akibatnya hasil pemeriksaan gas buang menjadi kurang akurat.

Pada awal tahun 80 an, pabrikan oksigen sensor menambahkan sebuah batang pemanas kecil di dalam thimble untuk memanaskan ceramic thimble sehingga temperatur kerjanya dapat tercapai lebih cepat. Dengan menggunakan oksigen.

sensor yang mempunyai elemen pemanas didalamnya memungkinkan sensor dapat dipasang lebih kebawah mendekati catalityc converter.

Sensor versi pertama yang menggunakan 3 buah kabel dengan casing sensor sebagai ground. Aplikasi yang berikutnya menggunakan 4 buah kabel, yang salah satunya merupakan kabel ground.

Pada awal 90 an negara bagian California mulai menerapkan penggunaan On Board Diagnostic) OBD II yang mengatur emisi kendaraan lebih ketat, kemudian kebijakan ini selanjutnya diikuti 49 negara bagian di amerika pada tahun 1996 dan mengakibatkan penggunaan oksigen sensor di mobil untuk mengontrol emisi kendaraan meningkat secara drastis. Seiring semakin ketatnya peraturan emisi gas buang maka teknologi yang diterapkan pada oksigen sensor semakin canggih dan oksigen sensor dipasang pada lokasi yang lebih banyak untuk meningkatkan feedback ke ECU.

Sumber ( Modul Emisi Gas Buang Hal 11 )

Post a Comment for "Sistem Closed loop Mode Untuk Kontrol Emisi Gas Buang Pada Kendaraan Bermotor"