Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Cara Memeriksa Sensor Oksygen Dengan Menggunakan Gas Analyser

Cara Memeriksa Sensor Oksygen Dengan Menggunakan Gas Analyser Dan Multytester

1. Cara Mengukur Sensor Oksygen dengan Gas Analyser

Memeriksa Sensor Oksigen dapat dilakukan tanpa melepas komponen dari kendaraan, pemeriksaan komponen bisa dilakukan lebih praktis yaitu dengan menggunakan alat yaitu Gas analyser. Pemeriksaan dilakukan sama dengan melakukan pemeriksaan emisi gas buang pada umumnya. 

Pemeriksaan  mesin pada temperatur  kerja, lepaskan salah satu selang vakum mesin untuk memberikan gangguan pada campuran udara yang masuk ke mesin. Perubahan komposi pada gas buang akan mengakibatkan perubahan nilai lambda yang dicatat dan ditampilkan oleh alat Gas analyserUntuk beberapa saat sistem kontrol injeksi akan mempelajari perubahan ini dan akan melakukan penyesuaian dalam waktu yang telah ditentukan ( 60 detik ).

·   Saat gangguan dihilangkan nilai lambda akan kembali ke nilai awal.

·   Perhatikan nilai spesifikasi lambda yang telah ditentukan oleh pabrikan.


Metode pengetesan ini hanya untuk memastikan apakah oksigen sensor bekerja melakukan pengontrolan. Dengan metode ini terdapat resiko pada engine management system yang modern mengontrol campuran udara dan bahan bakar dengan merekam beban secara tepat sedimikian rupa sehingga λ = 1 walaupun kontrol oksigen sensor tidak bekerja.

1. Cara Mengukur Sensor Oksygen dengan Multytester

Gunakan multimeter dengan tampilan digital atau analog yang menggunakan high impedance. Multi meter dengan internal resistor yang kecil ( biasanya multimeter analog ) akan memberikan beban yang terlalu besar pada sinyal Oksigen sensor dan dapat merusak sensor.


Namun karena perubahan sinyal tegangan oksigen sensor yang sangat cepat, akan lebih mudah ditampilkan oleh multimeter analog.

1.        Hubungkan multimeter secara parallel ke sinyal cable

2.        Set measuring range multi meter pada posisi 1 – 2 volt

3.        Starter mesin, maka akan tampak tegangan 0,4 – 0,6 volt pada display.

4.        Saat temperatur kerja Oksigen sensor tercapai, tegangan yang tetap tadi akan mulai berubah – ubah antara 0,1 V – 0,9 V.


Untuk mendapatkan pengukuran yang sempurna putaran mesin harus dipertahankan sekitar 2.500 Rpm untuk memastikan temperatur kerja sensor terjaga walaupun yang diperiksa adalah non heated oksigen sensor. Jika temperatur gas buang terlalu rendah selama idling dapat mengakibatkan non heated oksigen sensor menjadi dingin dan tidak menghasilkan tegangan.

Sumber : ( Modul Kontrol emisi )

Post a Comment for "Cara Memeriksa Sensor Oksygen Dengan Menggunakan Gas Analyser"