Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kupas Tuntas Cara Kerja Carcoal Canister Dalam Menemalisir Emisi Gas Buang

 Kupas Tuntas cara Kerja Carcoal Canister Dalam Menemalisir Emisi Gas Buang

Carcoal Canister

Charcoal canister berfungsi menampung uap bahan bakar yang berasal dari tangki bahan bakar saat temperatur tangki meningkat. Saat temperatur sekitar tangki bertambah maka bahan bakar akan menguap, uap tersebut mengandung kadar racun yang apabila dibuang akan menjadi polutan, untuk menghindari hal itu di buatlah tempat untuk menampung bahan bakar yang menguap tersebut yang selanjutnya dikirim ke intake manifold dan saat mesin hidup uap tersebut masuk kesilinder untuk pembakaran.

 

Sejak adanya regulasi di Amerika untuk memperhatikan uap bensin yang mencemari lingkungan di awal 1970, Carcoal canister menjadi komponen yang wajib ada dalam sebuah mobil.

 Komponen pada satu unit sistem carcoal canister terdiri dari:

2)           Fuel tank merupakan komponen wajib pada sistem bahan bakar. Namun fuel tank harus di desain agar memiliki ruang cukup untuk berekspansi saat suhu dalam tanki meningkat

3)       Tutup Bahan Bakar.

Komponen ini bukan sembarangan tutup. Namun komponen ini memiliki relieve valve yang akan membuka dalam tekanan tertentu. Tutup bahan bakar akan mencegah terjadinya tekanan berlebih dalam tanki bahan bakar.

4)        Separator. Komponen ini terletak di area selang canister didalam tanki. Fungsinya untuk menyaring agar hanya uap saja yang masuk ke dalam tabung canister.

5)        Tabung Canister. Komponen ini akan menampung uap bahan bakar dari tanki. Uap di dalam tabung canister akan dimasukan sebagai campuran udara untuk proses pembakaran.

Evaporator Canister. Komponen ini terletak di saluran isap. Fungsi utama komponen ini yaitu untuk menyalurkan uap bensin ke saluran isap untuk dicampurkan dengan udara. Didalam evaporator canister terdapat katup yang akan bekerja berdasarkan kevakuman di saluran isap. namun pada mesin modern pembukaan katup diatur oleh ECU melalui katup solenoid.

Uap bensin dari tangki tidak langsung dibuang ke udara luar, tetapi disimpan sementara dalam kotak arang , kemudian terhisap oleh motor.

Pada waktu terjadi penguapan bensin, uap dari tangki disalurkan melalui katup no 2 ke kotak arang, bagian bagian bensin tertinggal pada kotak arang. Bagian yang tidak mengandung bensin dibuang ke udara luar.


Pada saat motor hidup uap bensin dari kotak arang terisap ke saluran masuk.

Cara kerja charcoal canister cukup mudah ketika suhu sekitar tangki meningkat menyebabkan penguapan bahan bakar di dalam tangki, uap tersebut disalurkan ke tabung Evaporator Canister melalui selang ventilasi. Uap bahan bakar tersebut disaring dan disimpan di tabung Evaporator sampai dapat ditransfer kembali ke saluran isap untuk digabungkan dengan campuran udara dan bensin untuk proses pembakaran.

 

Ketika mesin hidup torak bergerak dari TMA ke TMB saat langkah hisap, terjadi vakum pada saluran isap sehingga menghisap udara bersih masuk dan uap bensin masuk melalui canister purge valve. katup canister tsb berfungsi seperti pintu satu arah yang membuka, saat terdapat sedotan/kevakuman pada intake manifold. dan akan tertutup saat tekanan konstan. Hal itu dapat menghindari kebocoran uap bensin saat mesin mati.

Pada mesin modern, yang menggunakan sistem Electroni Fuel Injection(EFI), pembukaan katup canister tidak lagi dipengaruhi oleh kevakuman pada saluran isap, melainkan katup itu digerakan oleh solenoid yang terhubung dengan rangkaian EFI. Sistem ini biasa disebut dengan sistem VSV (Vacuum Switching Valve), uap bahan bakar akan di hisap ke saluran isap melewati VSV setelah temperatur kerja mesin terpenuhi.

Sumber ( Modul Sistem Kontrol Emisi Halaman 15 )



Post a Comment for "Kupas Tuntas Cara Kerja Carcoal Canister Dalam Menemalisir Emisi Gas Buang"