Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Kupas Tuntas Cara Kerja Exhaust Gas Recirculation (EGR) Dalam Menemalisir Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor



Kupas Tuntas Cara Kerja Exhaust Gas Recirculation (EGR) Dalam Menemalisir Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor

 Exhaust Gas Recirculation (EGR)

Gas NOx akan terbentuk jika temperatur hasil pembakaran melebihi 1800ºC, Sistem Exhaust Gas Recirculation (EGR)mensirkulasi kembali sejumlah gas buangan ke sistem intake udara. Penyebaran api akan melambat selama pembakaran karena gas buang bercampur dengan campuran udara-bahan bakar. Dimana kebanyakan gas buang adalah gas inert (tidak bisa dibakar) yang mempunyai sifat menyerap panas akibat pembakaran



Nama bagian :

1.   Sirkulasi gas buang (EGR).

2.   Elektropneumatic converter

3.   Katup EGR

4.   ECU

5.   Sensor massa udara

       Efek EGR internal dari Sistem VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent)

Efek EGR didapatkan dengan menghisap gas buang yang masuk kembali dan bercampur dengan udara-bahan bakar ke dalam silinder pada saat yang sama selama langkah hisap. Sistem VVT-i mengontrol katup hisap untuk lebih cepat membuka dan membiarkan sebagian gas buang mengalir kembali ke sisi hisap ketika akhir dari langkah buang (overlap). Sebagian gas buang yang berada pada saluran hisap akan terhisap masuk ke dalam silinder selama langkah isap. Sistem VVT-i mengontrol valve timing untuk mengontrol EGR internal secara aktif.


Post a Comment for "Kupas Tuntas Cara Kerja Exhaust Gas Recirculation (EGR) Dalam Menemalisir Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor"